HALAMAN DEPAN  |  YOUR MIND  |  PELUANG  \ 
MEREKA  | 

Friday, May 3, 2013

Bayu Trisnoaji, Kisah Jatuh Bangunnya Menjadi Pengusaha Muda


Bayu Trisnoaji, Kisah Jatuh Bangun-nya Menjadi Pengusaha Muda

Siapa Bayu Trisnoaji?

Nama Lengkap           = Bayu Trisnoaji
Tempat tanggal lahir = jakarta, 21 agustus 1986
Pendidikan                 = S1, Fisip HI ( Hubungan Internasional )

Awal Mulanya

Hobinya menyantap Dim Sum membuat Bayu rajin mencoba menu kesukaannya ini di berbagai tempat. Bisa dibilang hampir seluruh restoran di jakarta yang menyajikan makanan khas China ini pernah disambanginya. Namun hobi itu dikhawatirkan oleh ibunya yang sangat khawatir kegiatan itu akan menganggu kuliahnya.

Apa yang dikhawatirkan oleh sang bunda langsung dijawab oleh Bayu dengan meminta izin untuk mencoba menjadikan hobinya tersebut sebagai sebuah usaha” akhirnya saya mendapatkan izin dari ibu untuk mencoba menjadikan usaha Dim Sum dan karena ibu saya pintar memasak memberikan resep Dim Sum buatanya,” jelas Bayu.

Berbekal dengan uang sebesar Rp 300 ribu, serta resep Dim Sum dari sang Bunda membuat pria lulusan Fisip Hubungan Internasional memulai usahanya dengan Dim Sum-nya pada september 2008. Modal tersebut digunakan Bayu untuk membuat Dim Sum sebanyak 25 porsi” pada awalnya saya menjalankan usaha saya mengikuti bazar ramadhan di sekolah al zara” kenang bayu. Bayar tesebut digunakan Bayu memperkenalkan produk Dim Sum-nya kepada masyarakat.

Pilihan Bayu tersebut pilihan usaha yang tepat. Karena Dim Sum buatanya diminati masyarakat. Dengan mengandalkan tujuh variasi, rasa ayam, wortel, beef, kepiting, cumi, hakau, udang dan ceker ayam, membuat permintaan Dim Sumnya terus meningkat.

“harga Dim Sum yang saya buat Rp 8 ribu perporsi isi 4 buah Dim Sum” tambahnya. Melihat pasar yang interesting terhadap produknya Bayu memberanikan diri untuk menambah produksinya dari 25 porsi, menjadi 100 porsi setiap hari.

Usaha Dim Sum Harus Bertahan dan Berlanjut

Setelah bayar tesebut usai, Bayu pun mulai berpikiruntuk mencoba menjalankan usaha Dim Sum-nya dengan cara berkeliling mengunakan gerobak sewaan. Tapi kendala mulai muncul, sulitnya Dim Sum dipasarkan dengan berkeliling serta panasnya matahari menjadi alasan tersendiri bagi Bayu. Yang biasanya bisa laku 100 porsi, setelah berkeliling menjadi 5 porsi saja. Masa-masa sulit itu sempat membuat bayu merasa goyah, ditambahkan cemohan dari teman-teman dekatnya yang menambah terasa berat bagi Bayu untuk menjalankan usaha Dim Sum-nya.

“melihat latar belakang pendidikan saya yang S1 banyak teman yang menyarankan saya untuk berhenti berjualan Dim Sum, namun saya tetap optimis bahwa usaha yang saya jalankan ini akan maju,” terangnya.

Hijroh Berjualan Di kios

Pengalaman berjualan keliling membuat Bayu harus memutar otaknya. Dia memilih berjualan di kios. Walaupun kios yang dipilih Bayu tidak begitu besar, namun setiap hari kios tersebut selalu ramai didatangi pengunjung, dan dalam satu hari Bayu dapat menjual sekitar 500 porsi. Atau sekitar 15 porsi perbulan.

 Dengan berjualan tersebut maka omset yang didapatkan Bayu sekitar Rp 120 juta. “ ini sebuah pencapain yang luar biasa, berkat kerja keras dan keyakinan yang tinggi usaha ini mampu bertahan bahkan terus berkembang.” Tuturnya.
Dan saat ini Bayu sudah memiliki 6 karyawan yang membatunya dalam menjalankan usahanya tersebut.

Rahasia Sukses Bayu

Bayu menjelaskan kesuksesan yang diraihnya tersebut tidak terlepas dari restu Sang Bunda yang terus memberikan semangat kepadanya, selain itu, strategi khusus untuk memikat pelanggan dengan selalu memperhatikan betul kualitas pelayanan kepada pelnggan dan mencoba mengerti apa yang di inginkan oleh pelanggan.

Berkat kerja kerasnya, Bayu kini sudah memiliki aset pribadi sepeda 3 sepeda montor dan 1 unit mobil avanza, serta sebuah rumah 2 tinggkat. “ serta saya berniat inggin membuaka cabang di kota lain seperti Bandung,” ungkapnya.

Bayu sangat bersukur dengan apa yang tuhan berikan saat ini, sukses yang diraihnya sekarang ini sudah cukup merubah ekonomi keluarganya yang dulu sederhana dan terhitung susah, kini sudah berkecukupan.

Sebagai rasa terima kasih dan sukur kepada yang maha kuasa, bayu mengangkat salah seorang pengamen cilik yang biasanya mengamen di tempatnya di anggkat menjadi adik angkatnya. “Anak tersebut saya dijadikan adik asuh yang tiap bulan saya biayai sekolahnya dari keuntungan usaha, ini saya lakukan demi membantu sesama, saya selalu tidak lupa saya dulu seperti apa sehingga sekarang menjadi seperti ini, alangkah baiknya saya mencoba membantu orang yang sangat membutuhkan,” lirihnya

Saran Untuk Calon Wirausaha

Bayu memberikan saran dan solusi. Kepada calon wirausah muda jangan takut untuk memulai usaha, bila tidak dilakukan sekarang maka kesuksesan tidak pernah akan kita rasakan. Soal modal nomer dua pada intinya adalah niat yang bulat untuk memulai usaha.

Tips ala Bayu

1.      Apa yang dipikirkan secara matang dengan niat yang kuat langsung dikerjakan jangan ditunda
2.      Harus punya mimpi untuk menjadi orang yang sukses
3.      Jangan takut bila usaha merugi

/-peluang wirausah-/. Semoga bermanfaat.

Thursday, May 2, 2013

3 Macam Bisnis yang Tahan Banting di Saat Krisis


3 Macam Bisnis yang Tahan Banting di Saat Krisis

Di tengah badai krisis eropa yang berdampak pada dunia termasuk indonesia. Banyak para pengusaha yang gulung tikar karena impas dari krisis tersebut. krisis tersebut juga dirasakan sampai ke indonesia oleh sebagian pengusaha yang bisnisnya berhubungan dengan negara luar, termasuk negara eropa sendiri. seperti pengusaha kerajinan.

Namun ditengah kekhawatiran tersebut, masih ada usaha-usaha yang dijalankan pelaku usaha yang tidak goyah oleh dampak krisis. Bahkan tetap mampu diminati konsumen. Apa saja usaha-usaha UKM yang mampu menjadi penyangga perekonomian di saat kondisi krisis?

1.      Kuliner

Kenapa usaha kuliner bisa bertahan? Jelas usaha ini tidak tergantung ekspor namun lebih banyak dipasarkan di pasar domestik. Dan disaat seperti ini dibutuhkan usaha yang sifatnya konsumtif, salah satunya kuliner.

Kata Agus W. Suhardi, pengamat Marketing. Kuliner yang akan tahan di saat krisis adalah kuliner dalam bentuk camilan ataupun makanan ringan seperti kripik, gorengan, hingga kue-kue ukuran kecil. Masyarakat juga mulai banyak berminat terhadap jenis makanan ringan yang tidak mengandung bahan berwarna dan juga adanya tambahan zat kimia.

Sedangkan usaha makanan seperti mie ayam, bakso dan makanan berat lainnya akan terus diminati karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat dalam kondisi apapun.

1. Usaha kripik singkong segala rasa
2. Usaha kripik buah
3. Usaha kue
4. Usaha roti bakar
5. Usaha kreasi es krim

6. Usaha martabak kreatif aneka isi
7. Usaha kreasi bakso
8. Usaha kreasi mie ayam
9. Usaha kreasi olahan bebek
10. Usaha kreasi gorengan unik

2.      Kesehatan

Setiap orang akan berupaya sebisa mungkin untuk tetap sehat. Kesehatan merupakan kebutuhan pokok, apalagi di zaman sekarang ini, yang banyak jenis penyakit bermunculan, penderitanya tidak mengenal umur, dan keadaan.

Usaha dibidang kesehatan seperti klinik alternatif, terapi kesehatan dengan obat herbal dan terapi kesehatan lain akan terus menjadi pilihan banyak orang. hal ini dikarenakan kesehatan merupakan kebutuhan karena setiap orang pasti ingin sehat selalu, dan beraktivitas dengan baik.

Ketika orang sakit, mereka akan mau melakukan apapun untuk bia sembuh dari sakitnya. Tentu pilahan orang akan membeli obat yang dirasa dan diyakini mampu menyembuhkan dengan kesehatan, tentu dengan senang atau tidak orang akan berani membelinnya.

1. Usaha klinik kecantikan untuk remaja
2. Usaha spa holistik 
3, Usaha Klinik alternatif
4. Usaha Pengobatan herbal
5. Usaha spa tradisioanal

6. Usaha terapi suara
7. Salon kesehatan
8. Jasa akupuntur
9. Jasa pijat
10. Produk aromaterapi


3.     Pendidikan

Karena sifatnya ‘harus’ tidak bisa dihindari lagi untuk menopang hidup. Pendidikan salah satu peluang usaha yang perlu diperhitungkan. Kenapa usaha dibidang pendidikan akan terus bisa bertahan.

Hal ini disebabkan karena saat krisis dimana pertumbuhan ekonomi menurun maka daya beli masyarakat menurun. Ini mangakibatkan masyarakat atau konsumen mengetatkan anggaran keuanganya. Konsumen akan memilih kebutuhan yang mendesak dan membuat prioritas mana yang harus dilakukan dan mana yang bisa ditunda atau ditiadakan.

1. Usaha kursus wirausaha
2. Usaha kursus spa
3. Usaha kursus programming
4. Usaha kursus musik
5. Usaha bina bakat

6. Usaha kursus bahasa asing
7. Usaha bimbingan belajar
8. Usaha pendidikan anak usia dini paud
9. Usaha pelatiah speech
10.Usaha pendidikan IT

/-peluang usaha-/. Semoga bermanfaat.

Tuesday, April 30, 2013

3 Penyakit yang di Derita Calon Pengusaha Muda


3 Penyakit yang di Derita Calon Pengusaha Muda

Pengusaha muda- menarik sekali bila kita mendengar ada seorang yang masih muda dan berhasil bisa sukses dengan bisnis yang dirintisnya. Siapa yang tidak pengen seperti itu. akan tetapi banyak diantara kita sekedar ingin, tidak mau bergerak jauh untuk memulainya.

Negara kita yang sekarang ini tingkat ekonominya membaik dan itu bisa dilihat dari banyaknya pengusaha-pengusaha yang bermunculan. Karena salah satu penopang keberhasilan ekonomi sekarang ini karena hadirnya pengusaha muda dan senior yang terus berkembang dengan produk-produknya. Pengusaha muda hadir memberi inspirasi untuk banyak orang bahwa jika kita mampu berhasil di masa muda, kenapa harus menunggu masa tua. Berkat hadirnya pengusaha muda, sekarang ini kaum muda sangat diperhitungkan kehadirannya di segala sisi dan bidang.

Dengan keberhasilan anak-anak muda dengan predikatnya sebagai Pengusaha Muda. Lantas banyak anak muda ingin mengikuti jejaknya untuk bisa berhasil seperti pengusaha muda. Akan tetapi kadang mereka hanya menuruti keingginan yang belum terucap di hati dan tindakan, al hasil hanya pikiran-pikiran yang fatamorgana yang muncul dan berbentuk banyangan oleh kaum muda yang ingin menjadi pengusaha muda yang sesungguhnya..

Banyak pengusaha muda yang memulai usahanya agar bisa mendapat predikat kaya. Kata ini  banyak dikenal orang dengan sebutan success dan sebaginya. Perlu diwaspadai oleh kita semua bahwa penyakit yang berat dan gawat. Ada tiga penyakit.

1.     Ingin Cepat Kaya atau Kaya Mendadak

Tentu saja boleh dan sah-sah saja bagi siapapun untuk bercita-cita menjadi kaya, tidak terkecuali kita. Hal ini justru baik, dengan kita success tentu kesempatan kita untuk berkarya akan semakin lebar dan luas. Misalnya membatu orang lain, membuat tempat ibadah, mendirikan sekolahan, dan masih banyak yang lain. akan tetapi bagi calon pengusaha muda harus di ingat bahwa suatu bentuk usaha itu bisa berkembang butuh tenaga dan waktu yang cukup lama. Jika upaya dan waktu tempuh usaha kita sudah lama dan banyak dikenal banyak orang, imbasnya adalah pundi-pundi rupiah yang datang. Jadi salah besar jika kita berniat berwirausaha sekedar mengejar nafsu ingin cepat kaya, karena pada kenyataan proses untuk menjadi pengusaha muda  dengan predikat kaya itu membutuhkan perjuangan dan waktu yang tidak sebentar.

2.     Pengusaha Muda Sukses yang Instan

Apa ada sich didunia ini yang instan.??? Mie instan itu, pembuatannya ternyata tidak instan, butuh penelitian, percobaan, sampai persiapan. Setelah itu baru bisa dimakan. Apa lagi dengan sebuah usaha. Pak Ciputra pernah bilang di akun twitter-nya bahwa pengusaha berhasil paling instan itu ketika usahanya sudah berjalan 15-20 tahun. Hayo..... gimana dengan calon pengusaha muda, apakah siap dengan waktu lama seperti itu untuk bisa berhasil.??? Jadi jangan berharap terlalu kuat yaa,,, ketika sudah punya usaha bakalan instan meledak besar, pasti nanti kita akan sakit lho, sakit dalam artian kita tidak menikmati proses. imbasnya sering kita mengeluh. Untuk memulai usaha bukan saja kita sekedar punya niat yang baik, ingin itu, ingin ini, membantu itu, membagun ini. Stop dulu itu!!!! stop!! untuk memulai sebuah usaha niat baik saja tidak cukup. Ternyata perlu pemahaman yang jelas dan benar.

3.     Ingin Dikenal sebagai Konglomerat yang Mempunyai Banyak Bisnis

Bila dibanyangkan enak yaa, punya banyak bisnis, traveling ke satu daerah, kedaerah yang lain untuk mengontrol cabang bisnis kita. apalagi bisa masuk di majalah elektronik, TV, Koran, majalah. Wuih, , ,asik yaa. Eiith, , , buka mata kita. lihatlah kenyataan, seberapa jauh yang sudah kita lakukan.

Biarkan kita melewti proses dulu, berupaya dulu,  dan bertahan dulu. Masalah menjadi konglomerat, suka-suka tuhan yang menjadikan. Buanglah pikiran yang instan, yang pengen cepat segalanya. Ini bukan dunia kita, ini dunia banyak orang jika orang berhasil mencapai titik keberhasilan dengan penuh perjuangan,  dan upaya yang kuat. mungkin kita yang ingin mencapai titik itu, juga harus bisa berjuang. mungkin lebih berjuang dan lebih ber-upaya.

Ketika kita sudah menyakinkan diri dan memutuskan untuk berwirausaha. Berarti kita sudah siap untuk berperang. Yappp. . . banyak pengusaha senior mengatakan usaha adalah peperangan. Tentu layaknya seorang yang mau bertempur dalam peperangan kita harus punya strategi, tahan banting, dan juga prinsip. Jadi siapkan dulu yang mampu kita persiapkan untuk memenangkan dimedan perang. Inovative saja tidak cukup, bila tidak ada trobosan marketing. Kreative saja juga tidak cukup bila produk kita aneh dimata banyak orang.

Mari kita kembalikan ke ajaran agama kita. semua penyakit di atas itu terjadi dari kegagalan bertauhid. Agama kita mengajarkan ‘tauhid’ artinya mengesakan tuhan. Seorang manusia harus bisa memfokuskan segala upanya pada satu mutiara. Yaitu ‘Tuhan’. Dan konsep ini mirip fokus dalam berbisnis. Jadi fokuslah.

Sah-sah saja bila melebarkan sayap bisnis ke yang lain, akan tetapi jika sudah melewati pemantapan dan ke-antengan bisnis kita, dan mampu tanpa kita harus hadir setiap hari. Kita bisa mangambil bisnis yang lain. akan tetapi jika hal itu belum siap bisnis kita untuk ditinggalkan. Mending fokuslah dengan bisnis yang sedang dijalani. / -ciputra- /. Semoga bermanfaat.

Monday, April 29, 2013

Elang Gumilang, dari Donat sampai Pendekar Rumah


Elang Gumilang, dari Donat sampai Pendekar Rumah

Siapa Elang Gumilang???.

Dia adalah pendekar rumah untuk rakyat kecil.  Bisa dibilang dengan umur 28 tahun masih entrepreneur belia. Dia sukses sebagai pengembang rumah sehat sederhana. Berkat ketajaman dan kemuliannya melihat sebuah peluang pasar yang dibidiknya masyarakat berpenghasilan rendah yaitu membutkan rumah untuk Tukang Tambal Ban, pemilik Bengkel Sepeda, Buruh, dan juga Guru. Dengan uang muka Rp 1.5 juta dan cicilan sekitar Rp 500.000. Mereka sudah bisa memiliki rumah.

Nama                        = Elang Gumilang
Tempat tangal lahir     = Bogor, 06 April 1985
Pedidikan                  = S1 Fakultas Ekonomi dan Manajement, IPB

Diragukan oleh Kedua Orang Tuanya

Pada awalnya orang tua Elang sempat meragukan kemampuannya dalam mengeluti bisnis rumah. Maklum, beberapa kali usaha yang pernah ditekuni tak ada yang bertahan, alias gagal melulu. Akhirnya seorang Elang belajar dari ayahnya yang merupakan seorang kontraktor bangunan. Orang tua banyak yang selalu meremehkan anaknya, ketika sang anak mempunyai keingginan besar, bukan tanpa sebab, mungkin saja orang tua selalu melihat anaknya masih kecil dan kecil, tidak mampu melakukan hal-hal yang besar, akan tetapi jika orang tua membiarkan dan bisa mendukung anaknya dengan segala usaha yang dilakukan oleh seorang anak. Keyakinan keberhasilan anak untuk berhasil akan lebih cepat.

Elang membutuhkan 4 tahun untuk menyakinkan orang tuanya akan keseriusannya menjalani usaha ini. Keseriusasan itu dia tunjukan dengan membuat 2 rumah type 22/60 dan type 36/70. Dan itu langsung terjual atau sold out. Berkat keberanianya menjual rumah dengan harga Rp 25 juta/ unit. Wow

Dari Donat sampai Real Estate

Keberhasilannya didapatkan tidak instan. Elang membutuhkan persiapan yang berat dan berlika-liku untuk menjadi orang besar seperti saat ini. Jejak hidupnya yang bergitu penuh upaya dan usaha dengan bergonta-ganti jenis usaha yang berbeda antara satu usaha dengan usaha yang lain. Akan tetapi Elang masih belum menemukan keberhasilan dalam usaha yang dilakukannya, dan akhirnya bermula sebagai sales mareketing perumahan dengan sistem komisi. Dengan pengalamannya sebagai marketing rumah inilah mengantarkan menjadi pengusaha sukses di bidang poperti. Bagaimana jejak upayanya sehingga menjadi seperti ini? Dan usaha apa saja yang pernah dilakukan?. Inilah jejak usaha Elang.

-          Saat SMA 1 Bogor. Setiap hari berkeliling menjual 10 boks ( 1 bok berisi 12 donat ) ke beberapa SD. Dengan keuntungan Rp 50.000/ hari.
-          Tahun 2003, sambil kuliah berjualan sepatu ke asrama-asrama mahasiswa IPB. Omzet Rp 3 juta/ bulan. Namun usaha ini tidak berlangsung lama. Kualitas sepatu yang dijualnya menurun. Mengakibatkan pesanan merosot.
-          Bermodal surat dari kampus. Mengajukan proposal ke Philip untuk menyuplai lampu ke kampusnya. Setiap penjualan lampu, Elang untung Rp 15 juta. Karena sifatnya insidental dan perputaranya uang lambat. Usaha ini tidak diteruskan lagi.
-          Berikutnya berjualan Minyak Goreng , namun karena kecapean setiap hari harus mengantar minyak goreng ke warung-warung, kuliahnya terganggu.
-          Merintis usaha kursus bahasa inggris ENGLISH AVENUE, di kampusnya dengan modal 21 juta hasil patungan bersama teman-temannya. Ia tidak turun langsung hanya sebagai pengawas saja.
-          Dan telakhir sebagai sales marketing untuk perumahan. Inilah yang mengantarkan Elang menjadi pengusaha muda mandiri seperti saat ini.

Kenapa saya sekarang bisa seperti ini

Dia mengatakan

“ Elang percaya, kesuksesan yang saya raih saat ini merupakan buah doa-doa dari orang kecil yang saya buatkan rumahnya.”

Sehingga banyak penghargaan yang dia dapatkan.
1.      Pemenang 1 Wirausaha Muda Mandiri (2007)
2.      Top Youth Entrepreneur versi Warta Ekonomi (2008)
3.      Man of Year versi Group Jawa Pos
4.      Pemuda pilihan 2008 versi TV One
5.      Juara Lelaki Sejati Pengobar inspirasi ( 2009 ) bentoel
6.      Tokoh Majalah Tempo
7.      Penghargaan Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year ( 2010 )
8.      Pemuda Andalan Nusantara ( 2010 )

Saran untuk Para Pengusaha yang akan Terjun

Ø  Memilih usaha yang kita kuasai terlebih dulu.
Ø  Niat pelayanan. Setelah kita memberikan pelayanan yang baik, profit nantinya akan mengikuti.
Ø  Berusaha dengan baik. Usaha yang dilakukan harus benar, baik dari cara strategi pemasannya, promosi, menjalankan usaha dan sebagainya. Antara niat dan usaha harus jalan beriringan. /-ide bisnis-/.

Saturday, April 27, 2013

2 Pertanyaan " To Be Different"


2 Pertanyaan “To Be Different”

Banyak perusahaan yang meng-klaim produknya Unik atau Ber-beda dengan yang lain. sesungguhnya tidak gampang untuk menjelaskan kedua kata sifat tersebut. Pasalnya kedua hal tersebut tidak bisa di ukur secara pasti. Terlebih lagi ketika harus  menjelaskan arti cukup unik, hampir unik atau sangat unik.

Kita tidak disarankan untuk mengatakan produk kita unik. Coba banyangkan dalam iklan pribadinya seorang pria mengatakan dirinya ganteng atau tampan. Kalau memang kenyataannya dirinya tampan, sebenarnya fakta itu sudah tidak usah dikatan lagi, cukuplah seorang pria itu menyertakan fotonya. Lain persoalannya bila seorang pria itu tidak tampan. Dia harus berusaha menjelaskan keunggulan pribadinya, bisa jabatanya atau kekayaannya.

Nah sekarang kita kembalikan ke produk yang kita punya, produk itu bisa disebut unik berdasar salah satu kriteria apa?. Untuk menjelaskan hal ini. Menurut seorang Consultant Stephen Cranston. Kita boleh mengklaim diri kita unik jika dapat menyelesaikan kalimat ini “ produk kami adalah satu-satunya yang. . . . .”. setelah ini masih ada pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab.

So What, Gitu Loh?

Bila kita menyebut produk kita unik. Untuk mengujinya, bertanyalah kepada diri sendiri, So What Gitu Loh? Atau Who Cares? Sebagai contoh, kita mempunyai Apotek milik kita sendiri yang buka 24 jam non-stop sehari. Lha ini bisa disebut unik, bila kita mempunyai restoran yang satu-satunya memiliki taplak meja biru se jawa timur, akan tetapi ini belum bisa menjadi alasan orang untuk datang dan makan direstoran kita.

Maksutnya, dari beberapa contoh tersebut, terkesan selama ini banyak seorang pengusaha lebih mementingkan unsur Unik atau Berbeda sebagai tujuan utama. Padahal, tampil beda tidak akan punya arti kecuali perbedaan tersebut menjadi alasan seorang consumen untuk membeli produk atau mengunakan produk kita. sesungguhnya strategi diferensasi tidak dimaksudkan melulu untuk produk , melainkan untuk dilihat dalam prospektif pelanggan. Strategi ini akan berhasil bila pelanggan memutuskun mengambil produk kita karena mampu memenuhi kebutuhan mereka. Bukan karena produk kita berbeda atau unik, diferensasi produk kita  baru akan berarti bagi konsumen bila terbukti memiliki kelebihan dibandingkan produk sejenis.

Dengan kata lain, kita harus bisa membuktikan kepada para konsumen , kelebihan yang terkandung dalam produk kita yang sudah kita klaim. Misalnya, layanan kita lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik, bila kita mempunyai produk makanan, rasanya lebih enak, lbih sehat, atau menawarkan keuntungan atau kelebihan dibandingkan dengan kompetitor.

Blue Ocean, Red Ocean, atau Kolam?

Strategi Lautan Biru ( blue ocean strategy ) yang akhir-akhir ini mulai populer lagi  bisa kita bilang untuk sepuluh tahun ini. Strategi ini banyak digunakan oleh para Consultan bisnis ketika membahas soal diferensisasi usaha. Biasanya trik-trik yang digunakan banyak perusahaan untuk menciptakan lautan biru mereka adalah dengan mendefisikan ulang bisnis mereka. Yakni mengubahnya menjadi suatu kategory baru yang yang berbeda dari sebelumnya, dengan demikian produk kita menjadi nomer satu  dalam kategori baru tersebut. namun yang banyak orang tidak disadari, bila kita menempatkan produk kita seperti itu, bisa jadi produk kita hanya akan berada di sebuah kolam, bukan dalam lautan yang potensial.

Disinilah kita terlihat kelemahan atau kerugiannya bila kita bermain dalam kolam yang hanya satu katagori, alias tidak punya kompetitor. Pasalnya seorang konsumen ketika akan memutuskan untuk membeli sebuah barang selalu membuat perbandingan antara produk satu dengan produk yang lain.

Berarti bagaimana, seharusnya kita melangkah. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus bertempur habis-habisan dalam Lautan Merah ( Red Ocean ). Di tempat inilah diperlukan action yang sesungguhnya. Kita harus bisa menyakinkan konsumen bahwa produk kita berbeda dan punya kelebihan dibandingkan kompetitor sehingga konsumen memiliki pilihan  yang jelas. Bukan asal tampil beda tanpa dasar jelas untuk dipertandingkan dengan produk yang lain.

Sebagai contah nyata- mari kita menilik ke belakang jejak kehadiran margarine. Awalnya ketiak margarine diluncurkan di pasaran  diharapkan mampu menciptakan Lautan Biru. Dalam kampanyenya promonya dikatakan produk ini harganya lebih murah dan lebih sehat dibandingkan dengan mentega, namun apa yang terjadi???  Masyarakat penguna margarine justru binggung , tampang margarine tidak seperti mentega. Setahu masyarakat margarine berwarana putih, sedangkan mentega berwarna kuning, jadi kedua produk tersebut tidak bisa dipertandingkan. Alhasil penjualan margarine gagal. Menyadari kesalahan tersebut, akhirnya produk margarine tersebut dimodifikasi, warnanya dibuat menjadi kuning sehingga menyamai mentega. Sehingga tidak ada yang berbeda lagi antara margarine dan mentega. Ternyata kiat ini berhasil.

4 Poin - Harus Punya Kelebihan
1.      Jangan membuat diferensasi sekedar hanya untuk tampil beda.
2.      Jangan membuat diferensasi hanya untuk mencari perhatian.
3.      Buatlah diferensasi sedemikian rupa sehingga bisa menjadi saran yang menguntungkan bagi pelanggan.
4.      Buatlah diferensasi yang konsisten dengan strategi produk kita.

/- idebisnis-/
semoga bermanfaat.

Thursday, April 25, 2013

Khoirul Tanjung' s Mindset


Khoirul Tanjung’s Mindset

Pemikiran orang bisa mempengaruh prinsip orang lain, apalagi bila hal itu di imbangi dengan perbuatan yang nyata, nyata keberhasilanya yang bisa dirasakan, dan bisa dinikmati. Setiap kata-katanya akan lebih powerful. Tidak salah Khoirul Tanjung menjadi idola banyak orang ketika berhasil menjadi orang yang berpengaruh bagi banyak orang. Apa yang ada dipikiran Khoirul Tanjung kira-kira yaa. Sehingga Dia menjadi yang seperti ini?. Dua poin yang akan dijabarkan ketika menjadi pembicara di Network Meeting.

1.      Culture

Saya punya keingginan nanti kalau ada waktu dan kesempatan, saya ingin menulis buku yang berjudul “seribu penyakit melayu” (para pendengar ketawa semuanya). Karena culture kita belum dididik untuk menjadi culture competitive, culture creative, culture entrepreneurship belum ada. kenapa? Karena kita dininabobokan dari zaman saya waktu kecil, semoga bukan zaman kalian, waktu kecil. Kalau sekolah di SD, SMP “ Negara kita, negara yang kaya raya, gemah limpah loh jinawi” lagu saja bilang “ Tongkat kayu ditancapkan jadi tanaman” benerkan?? (sorak pendengar yang ketawa). Nah.... sebenarnya selama ini kita selalu dininabobokan dengan kekayaan alam, keindahan alam. Justru yang saya ingin tekankan disini “ You have to become agent to change.

Sebenernya saya ingin banyak lagi melakukan yang lebih besar lagi dari pada sekarang ini, akan tetapi saya masih mampu mencapai seperti ini. Saya Cuma mampu membantu 75 Ribu orang, lima tahun lagi mungkin 150 Ribu, maksimum, saya Cuma mampu 500 Ribu, dan itupun mungkin saya sudah pake tongkat kemana-kemana. Padahal kita punya 240 Juta orang. Maka dibutuhkan puluhan , ratusan bahkan mungkin ribuan Khoirul Tanjung – Khoirul Tanjung yang lain. This is talent of yours.

Jangan takut dengan masalah, ini adalah mindset, akan tetapi lihatlah opportunity . karena orang kita mindsetnya tidak mau bekerja keras, jadi kalau kalian sedikit saja mau untuk bekerja keras dari pada mereka, pasti kalian akan lebih sukses dari pada mereka, karena kenapa? Orang tidak ada yang inovative anda mau inovative, pasti kalian akan menjadi orang yang kaya. ( tepuk tangan dari seluruh pendengar yang hadir). Mari kita ‘ Let’s competisi’.

Di Amerika ketika kita kreative, semua orang kreative, kalau kita inovative, semua orang inovative, jadi kembali lagi “ jangan lihat masalah, tapi lihatlah oppurtunity-nya, kalau saya dulu memilih menjadi Dokter gigi, pasti sekarang saya yaaa,,,,,,,,Dokter gigi. Sekarang pertanyaanya. Kenapa saya sekarang berhasil seperti ini??. Karena tidak ada orang yang bekerja keras, saya bekerja keras, tidak ada orang yang inovative, saya inovative,tidak ada orang yang kreative, saya kreative, tidak ada orang yang entrepreneurship, saya entrepreneurship. Karena tidak ada kompetisi itulah sekarang saya menjadi seperti ini. (untuk ketika kalinya semua pendengar ketawa, sambil bertepuk tangan). Sekarang saya kasih tahu pada kalian. Belum banyak orang yang bekerja keras, belum banyak orang yang kreative, belum banyak orang yang kreative, maka oleh sebab itu, ‘LET’S GO NOW TIMES FOR YOU”.

2.      What is Incentive Government give?

Hari gini kamu masih tanyain pemerintah? (serentak ketawa dari pendengar). Jadi pemerintah itu tugasnya bukan mengasih incentive kepad semua orang, era itu sudah lewat, jangan tanya lagi....kalau saya begini akan dikasih apa yaa? Jadi kalau bertanya kepada pemerintah kata-katanya dibalik saja. Kalau saya creative, inovatve, saya akan jadi apa yaa. Gini....

Kenapa saya bilang seperti ini. Karena pemerintah jangankan memikirkan orang lain, mikirin dirinya saja masih susah. ( hahaha ketawa pendengar semua). Khoirul menambahkan, pemerintah tidak kasih apa-apa, kalaupun pemerintah mau ngasih ini, itu, jangan percaya.

Tugas pemerintah hanya akan memberikan iklim yang kondusive kepada orang-orang untuk berusaha semaksimal mungkin. Jangan minta dukungan pemerintah, tidak menganggu saja sudah bersukur. (whaha tawa pendengar)

Dan telakhir kalinya Khoirul Tanjung menambahkan, kalau kalian masih muda, pengen tidur nyenyak, jangan tinggal di Indonesia, tapi kalau kalian bener-bener orang muda yang tidak ingin tidur nyenyak. It’s time for you. / -youtobe-/

Thursday, April 18, 2013

3 Poin yang Wajib Dimiliki oleh Pengusaha


3 POIN YANG WAJIB DIMILIKI SESEORANG YANG INGIN TERJUN DALAM DUNIA USAHA

Meski kelihatanya sebuah usaha mudah ditiru dan sangat prospektif, namun sebuah usaha bukanlah satu bidang yang dapat ditaklukan laksana membalik tanga. Bahkan, persaingan yang super ketat kadang membuat pelaku usaha dengan produk paling inofatif sekali pun tidak mampu bertahan. Hanya para pengusaha yang bermental baja dan mempunyai aklak yang baik yang mampu meraih puncak keberhasilan.
Pakar dan konsultan kuliner Bara Patirajawana berkata- dari pengalaman pribadinya dalam menjalani usaha dan sebagia salah seorang yag mempopulerkan Cake Tiramisu di Jakarta. Ada tiga poin yang harus dimiliki oleh seorang yang bener-bener ingin terjun dalam dunia usaha.

Percaya Diri dengan Produknya

Percaya diri dengan sebuah produk yang akan ditawarkan oleh konsumen sangatlah penting. Ketika seseorang menjali sebuah aktifitas dengan penuh kebanggaan karena yakin bahwa produk yang dibawanya memang bener-bener pantas dan layak untuk di nikmati oleh orang banyak. Keyakinan itu bersumber dari diri kita sendiri bahwa produk kita akan dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat luas.
Lihat saja Ollyve bermula dari memodifikasi kudapan tradisioanal dengan sentuhan modern mengantarkan dia menjadi pengusaha muda yang berhasil. Kepercayaan diri dengan produknya dia nyatakan ketika dia menawarkan kudapannya kepada temen dan rekan yayasannya, setelah beberapa bulan order yang diterima membuat Ollyvie penuh percaya diri , pada pertengahan tahun 2009 Ollyvie memberanikan diri diri untuk membuat usaha tersendiri.

Jujur dan Pantang Menipu

Kedengaranya ini hal yang simpel akan tetapi jujur adalah hal yang tidak bisa ditawar oleh seorang pengusaha, bila ingin menjadi pemenang, apalagi menipu, jauhkanlah diri kita dari hal ini, jangankan kita menipu, mempunyai pikiran ingin main tipu-menipu mending jangan dan sekuat kita tinggalkan.
Seorang pengusaha yang banyak berhasil tidaklah didapaktan dengan modal kerja keras dan penuh strategi, akan tetapi dari mereka kebanyakan mempunyai aklak yang baik. Bila aklak itu terus dipupuk akan membuat para pengusaha tidak akan melakukan kecurangan sekelil apapun, karena mereka yakin hal itu akan tidak membawa keberkahan bagi diri mereka.
Salah satu kecurangan yang biasanya terjadi adalah menguragi atau menganti bahan yang seharusnya dijual dengan mematok harga yang sama” saat ini banyak pelaku usaha yang menghalalkan cara demi mengeruk keuntungan yang besar, hal tersebutlah yang harus dihindari oleh seorang pengusaha yang baik”. terang Bara.

Profesionalisme dan Totalitas

Kisah dari Freddy yang berhasil dengan Beef Crunch Baba Djoeki yang berani meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai bengkel milik kerabatnya dengan gaji yang tinggi. Hal tersebut justru tidak membuat Freddy  betah dan merasa puas begitu saja, karena pada tahun 2005 dia menekatkan dirinya untuk berwirausaha, dan konsisten atau totalitas dengan usaha yang digelutinya. Hal ini membuat Freddy benar-benar menjadi pemngusaha muda yang berhasil dibawah usahanya Baba Djoeki.
Dengan adanya totalitas kita akan lebih fokus ke dalam satu wadah usaha tersebut. Istilahnya dengan profesioanal membuat kita ‘mati-matian membesarkan usaha yang kita geluti’. Bila pengusaha sudah berani mengambil langkah ini keberhasilan hanya akan menunggu waktu, dan tentunya usaha tersebut akan lebih baik dan memuaskan.

Semoga bemanfaat /- panduan usaha/